Wanita itu Tulang Rusuk, Bukan Tulang Punggung, Yang Setuju Silah Kan Share!






Wanita itu tercipta dari tulang rusuk, jangan pernah jadikan dia tulang pungung. Apakah para suami tidak pernah kasihan lihat istri banting tulang sendiri bahkan berhadapan dengan hal yang membahayakan keselamatan serta kesehatan. Entahlah apa terpikir para suami lihat istri seperti itu!!!

Tidak jarang di zaman modern ini semua serba terbalik. Tugas mencari nafkah yang harusnya jadi kewajiban suami justru dikerjakan oleh seorang istri. Istri sibuk banting tulang, sang suami cuma bermalas-malasan. Atau bila suami bekerja tapi kondisi keuangan belum mencukupi, lalu ia meminta istrinya juga ikut bekerja memeras keringat.

Padahal tulang rusuk bukan sebagai penopang utama untuk mencari rezki, karena tulang rusuk tugas utama yaitu sebagai ibu rumah tangga mempersiapkan segala hal berurusan dengan kerumahan bukan diluar bertemu dengan panas dan debu. Dimana hati nurani seorang suami ketika lihat tulang rusuk sebagai tulang punggung!!

Bila seorang suami memahami kewajiban dan haknya sebagai tulang punggung, dia tidak akan meminta istrinya untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena menafkahi dan mencukupi kebutuhan istri yaitu tanggung jawab suami.

Meskipun sang istri berpendidikan tinggi, miliki pekerjaan serta skill yang sangat menjanjikan, tetap saja nafkah yaitu 100% tanggungjawab dari seorang lelaki.
Jangan pernah zhalimi istri dengan memikulkan tanggung jawab yang sangat berat padanya.

وَعَلَى ال�'مَو�'لُودِ لَهُ رِز�'قُهُنَّ وَكِس�'وَتُهُنَّ بِال�'مَع�'رُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَف�'سٌ إِلاَّ وُس�'عَهَا
“Kewajiban ayah yaitu memberikan makan dan baju pada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (Al Baqarah : 233).

Wanita itu tercipta dari tulang rusuk, jangan pernah jadikan dia tulang pungung. Apakah para suami tidak pernah kasihan lihat istri banting tulang sendiri bahkan berhadapan dengan hal yang membahayakan keselamatan serta kesehatan. Entahlah apa terpikir para suami lihat istri seperti itu!!!

Tidak jarang di zaman modern ini semua serba terbalik. Tugas mencari nafkah yang harusnya jadi kewajiban suami justru dikerjakan oleh seorang istri. Istri sibuk banting tulang, sang suami cuma bermalas-malasan. Atau bila suami bekerja tapi kondisi keuangan belum mencukupi, lalu ia meminta istrinya juga ikut bekerja memeras keringat.

Padahal tulang rusuk bukan sebagai penopang utama untuk mencari rezki, karena tulang rusuk tugas utama yaitu sebagai ibu rumah tangga mempersiapkan segala hal berurusan dengan kerumahan bukan diluar bertemu dengan panas dan debu. Dimana hati nurani seorang suami ketika lihat tulang rusuk sebagai tulang punggung!!

Bila seorang suami memahami kewajiban dan haknya sebagai tulang punggung, dia tidak akan meminta istrinya untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena menafkahi dan mencukupi kebutuhan istri yaitu tanggung jawab suami.

Meskipun sang istri berpendidikan tinggi, miliki pekerjaan serta skill yang sangat menjanjikan, tetap saja nafkah yaitu 100% tanggungjawab dari seorang lelaki.
Jangan pernah zhalimi istri dengan memikulkan tanggung jawab yang sangat berat padanya.

وَعَلَى ال�'مَو�'لُودِ لَهُ رِز�'قُهُنَّ وَكِس�'وَتُهُنَّ بِال�'مَع�'رُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَف�'سٌ إِلاَّ وُس�'عَهَا
“Kewajiban ayah yaitu memberikan makan dan baju pada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (Al Baqarah : 233).
Wanita itu Tulang Rusuk, Bukan Tulang Punggung, Yang Setuju Silah Kan Share! Wanita itu Tulang Rusuk, Bukan Tulang Punggung, Yang Setuju Silah Kan Share! Reviewed by Kartik Dewi on 21.25 Rating: 5

Featured Posts